Ada yang diam-diam ingin disapa olehmu. Percayalah. Ada yang mengharap pertemuam kedua, setelah matamu mendarat di matanya, tanpa aba-aba. Ada yang setiap terbangun buru-buru demi sebuah frasa "selamat pagi" dari bibirmu Ada yang tak pernah berhenti mencatat. Sebab, setiap kalimamu adalah peta. Ia tak mau tersesat.
Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu, tiap kau sebut nama, miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lingkung miliknya, dibalik punggungmu, malu-malu. Ada yang memilih terduduk saat jarakmu berdiri hanya beberapa kepal. Lututnya melemas, tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu. Menunggu sebuah ketukan darimu.
Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu, saat kau taktertangkap matanya beberapa waktu. Ada yang pernah merasa begitu utuh, setelah kaki-kaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh.
Ada yang diam-diam mendoakanmu, dalam-dalam. Percaya lah
12-06-2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar