Ada mata yang menjelma telaga.
Di dalamnya hidup seekor ikan yang terpesona pada angkasa, terpesona pada cahaya kunang-kunang.
Suatu malam, kunang-kunang itu terbang terbang begitu rendak di atas telaga itu, karena terpesona pada hening dasar telaga.
Alangkah bahagia ia yang hidup tenang di dalam sana, batin kunang-kunang memandang sang ikan.
Tiba-tiba ikan itu melocat, dan hap, ditelannya kunang-kunang itu.
Sejak itu angkasa terlihat selalu gelap, sang ikan rindu cahaya kunang-kunang. Sementara di dalam perut ikan, cahaya kunang-kunang itu menyala lebih terang.
Tapi sang ikan tak pernah bisa melihat cahaya itu.
Setiap mengingat kisah itu, Aku selalu terkenang padamu.
Dan kini kutahu, kenapa matamu adalah kebahagiaan yang selalu menatapku.
14-04-2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar